Showing posts with label Pangeling-Eling Urip. Show all posts
Showing posts with label Pangeling-Eling Urip. Show all posts

Thursday, March 8, 2018

TERSENYUM

Om Swastyastu

"SMILE mean See Miracles In Life Everyday."

Senyum adalah ungkapan hati sehingga tidak bisa di rekayasa. Ketika bibir tersenyum tapi hati sedang kesal atau gundah maka senyum itu akan terasa hambar. Ketika senyum mengembang sebagai visualisasi hati yang lascarya atau ikhlas maka akan diterima oleh hati penerima senyuman itu.

Walaupun semua orang punya bibir, namun untuk urusan tersenyum tidak semua orang mampu untuk melakukannya, terlebih ketika seseorang sedang marah sulit sekali untuk melepaskan diri dari cemberut. Wajah yang semulanya rupawan, kalau sedang marah jadi kelihatan buruk dan menakutkan.

Memang benar, jika melihat wajah orang yang ” angker ” dalam keseharian akan menimbulkan kesan asing dan menakutkan.

Bila kita renungkan, tersenyum merupakan suatu perbuatan yang mempunyai nilai tersendiri untuk menghormati orang lain. Karena senyuman merupakan satu sifat dan sikap mulia. Namun tidak jarang senyum yang dilemparkan menjadi sebuah senjata ampuh untuk memikat seseorang. Banyak sekali orang yang jatuh hati disebabkan oleh sebuah senyuman.

Sebagaimana jamaknya suatu budaya ,senyuman pun kini telah mengalami perkembangan. Senyum menjadi sangat bervariasi dengan nilai dan karakteristiknya masing-masing. Warna-warni itu ada beberapa macamnya. Dan inilah warna-warni senyuman:

SENYUM KETULUSAN

Senyum ketulusan adalah senyum yang datang dari dalam relung hati yang paling dalam. senyum ini muncul untuk membahagiakan, menghormati dan memuliakan orang lain. Senyuman ini menunjukan kondisi paralel antari bibir dengan hati. Sebuah senyum yang tulus tentu merupakan sebuah  YADNYA utama, walau tidak mesti perlu biaya, sangat mudah dan ringan.

Senyuman ini mampu menambah keakraban dan hubungan dalam berkomunikasi. Baik dalam komunikasi langsung maupun dengan media perantara. Entah itu dilakukan terhadap orang tua, teman atau orang lain. Dengan kata lain, meski lawan bicara tidak bertemu langsung, getaran senyumannya dapat menggetarkan mata batin kita.

SENYUM KETABAHAN

Sebuah senyuman yang muncul dari seorang perkasa dan jantan. Sosok-sosok yang mampu menghadapi masalah, pahit getirnya kehidupan dan berbagai persoalan pelik dalam hidupnya dengan tabah dan tidak mengeluh. Senyum ini akan dirasakan oleh orang-orang yang telah mampu melampaui sifat rwa bhineda; sukha dan duhkha.

SENYUM KETEGARAN

Sebuah senyum yang menghiasi bibir-bibir orang berwibawa dan mempunyai kekuatan dalam hidupnya. Biasanya mereka mengalami musibah yang berat kemudian sukses. Sehingga masalah yang berat sekalipun dapat teratasi jika memiliki senyum itu.

SENYUMAN EGOIS (PALSU)

Sebuah senyum yang tidak bersahabat. Senyum tersebut berbentuk perasaan dendam kesumat. Senyum ini timbul akibat perasaan, iri, dengki,  dendam atau benci kita terhadap pihak lain tetapi kita tidak mampu untuk mengungkapkan dalam kata-kata.

Kita hanya memendamnya dalam batin dan jika bertemu kita berpura-pura tersenyum tetapi dalam hati kita sangat benci dan muak. Senyum ini dapat menyakiti orang yang melihatnya atau orang yang menerima senyuman itu.

Terlepas dari berbagai jenis senyum di atas. Secara rohani Senyum juga mempunyai segudang manfaat lho, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Diantaranya yaitu:

Manfaat senyum untuk KESEHATAN

Ada beberapa jenis penyakit yang berkurang dengan teraphy senyum:

Menghilangkan stress, Menurunkan tekanan darah, Membuat awet muda, Meningkatkan imunitas, Membuat positive thinking, Melepas endorphin, pemati rasa dan serotonin.

Manfaat senyum untuk PENAMPILAN

Senyum dapat memperbaiki penampilan dan menambah daya tarik.Walaupun yang tersenyum adalah orang yang sudah tua (kakek/nenek) yang sudah ompong dan keriput makan akan menjadikannya lebih baik.

Seperti mempunyai makna dan nuansa tersendiri, mungkin lebih manis kesannya. Menjadi lebih baik dan menyejukkan hati. Karena dengan senyum kita akan lebih dihormati dan dan disegani oleh orang lain, baik yang sudah kenal maupun dengan orang yang belum kenal.

Manfaat senyum untuk ROHANI
Bertanda murah hati, Sebagai obat jiwa, Penawar rohani, Menunjukkan suatu kebahagiaan, Murninya suatu tujuan, Menambah ketenangan hati, Memberikan kesan berseri, Sebagai isyarat kata hati.

Manfaat senyum untuk SOSIAL

Senyuman yang merupakan suatu bentuk keakraban dalam pergaulan masyarakat. Ini akan menambah suasana menjadi lebih hangat dan indah. Karena memang ketika melihat orang yang murah senyum akan terasa menyenangkan.

Senyuman itu memang SESUATU.
Sesuatu yang memang menyenangan, yang bisa membuat hari-hari kita menjadi lebih indah. Hendaklah kita dapat menciptakan nuansa yang seperti ini, setiap kehidupan kita tapaki dengan penuh ketulusan dan ketenangan. Kita dapat bertegur sapa di jalan dengan orang lain, berkomunikasi dengan teman, maupun orang tua. Mari kita latih diri kita dengan senyum yang tulus, dimana saja dan kapan saja. Hadapilah perjalanan hidup kita dengan sebuah senyuman yang tulus. karena senyum itu bermanfaat dan tidak mahal harganya. Manggalamastu.

Om Santih Santih Santih Om
❤ I Wayan Sudarma (Jero Mangku Danu)

Tuesday, December 29, 2015

PERAHU

Om Swastyastu
"Hiduplah di dunia, tetapi janganlah menjadi dunia, jika Anda menginginkan Kebahagiaan". (Ramakrshna Svamiji)

Saat manusia primitip membuat perahu, mereka membuat langkah panjang dalam penaklukan alamnya.

Perahu hanya dapat digunakan dalam air dan tidak di darat. Perahu dapat berada di air tetapi air tidak boleh memasuki perahu itu. Kehidupan duniawi mirip dengan perahu yang ada di air. Manusia dapat hidup di dunia. Tetapi keinginan duniawi tidak boleh merasuki dan merusak hati nuraninya. Hal itu akan menenggelamkannya. Semua kesengsaraan diakibatkan oleh keinginan duniawi yang tak terkendali.

Semoga renungan ini bermanfaat bagi Keelingan kita. Manggalamastu

Om Santih Santih Santih Om
♡ Jro Mangku Danu

Wednesday, August 26, 2015

Menemukan Dari kehilangan



Salam Kasih
Kehilangan harta dan permata jangan ditangisi, Air matamu hanya bukti keterikatanmu hanya kepada benda;
Ketika jasad menjadi jenasah yang menangisi hanya yang bodoh, Semarakkan pesta untuk yang hilang, Yang hilang bebas derita, Perjalanan pulang lebih meriah, Jasad hanya pembungkus , Yang habis dan lebur;
Kalau ada wibawa, harga diri, atau derajat yang hilang, Anda pantas duduk bermenung, Jangan menatap keluar tapi kedalam, Tanyakan pada nurani..... pasti jujur, Yang runtuh hanya ego, Siapkan kebangkitan barumu;
Kalau ada semangat baru jangan biarkan hilang, Dia bersumber dari cinta, Dan mengalirkan cinta kepada yang hidup, kehidupan dan segala yang hidup;
Kalau ada yang kehilangan cinta, Dia telah kehilangan dirinya, Menerimapun tak mampu lagi. Yang tersisa hanya kenangan, Selebihnya hampa tanpa makna;


~ I W . Sudarma (Jro Mangku Daanu)
 

Wednesday, March 26, 2014

Akankah Darah Memerah Di Medan Pemilu..?

Bau anyir darah mendidih merona dalam tubuh
Jidat berkrenyit menyiksa pikiran
Nanar mata liar mengintip sinis
Telinga pongah menguntit issue
Lidah bergetar menebar selaksa janji di awang-awang
Demi sebuah singgasana gemuruh suara
Tipu daya berselimut strategi
Gegap gempita menguras harta rakyat
Berkedok pembangunan
Membangun hirarki kekuasaan
Di atas tumpukan derita berjuta nyawa
Demi sebuah kehormatan
Kehormatan si gila hormat
Tebar pesona menghias jalanan berlubang
Demi kemulusan niat yang mungkin memang bulus
Tiba-tiba sedemikian peduli
Agar samar niat ngibuli
Jika darah kian memanas
Jika hati kian mengeras
Jika lidah kian sinis
Jika telinga kian tipis
Jika laku kian bengis
Si kecil akan kian kerdil
Terlalu lemah menanti adil
Dari mereka yang bermulut manis
Tanyaku padamu wahai tuan-tuan...Akankah darah memerah di medan pemilu...?

Bali-Budha Wage Ukir, 26032014
Oleh: I W Sudarma

Wednesday, December 19, 2012

1 SURO SAATNYA MELIHAT KEDALAM

Salam Kasih
TANGGAL 1 Suro adalah permulaan tahun baru Jawa. 1 Suro bersamaan dengan 1 Muharam dalam kalender Hijriah tahun Islam. Dulu, di beberapa kota di Jawa bahkan tahun barunya, ya, 1 Suro, bukan tahun baru Masehi.

... Sebagai pergantian tahun, 1 Suro tidak disambut dengan perayaan seperti halnya pergantian tahun masehi, tetapi dalam paham budaya Jawa, kesempatan ini adalah dimulainya kehidupan baru. Maka, harus disambut dengan penuh perenungan, instropeksi, atau melihat ke dalam apa yang sudah dilakukan selama setahun silam.

Intinya adalah mendekatkan diri, eling (ingat) kepada Tuhan yang telah memberi kesempatan kepada kita semua untuk lahir, hidup dan berkiprah didunia ini. Oleh karena itu, penyambutan 1 Suro suasananya khusuk khusuk.

Untuk itu, ekspresinya bisa dilakukan dengan berbagai cara, dengan maksud utama adalah untuk tirakat. Di berbagai tempat dilakukan dengan cara berbeda-beda. Itu tergantung dari kemantapan batin yang menjalani dan bisa juga sesuai dengan tradisi masyarakat setempat. Misalnya dengan cara lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk) di malam 1 Suro untuk perenungan.

Ada pula yang menuju tempat-tempat sakral untuk merenung, semedi, dan laku spiritual lainnya untuk membersihkan diri, dengan harapan mendapat kecerahan hidup. Di sini, 1 Suro berarti peralihan waktu atau tahun, di tahun baru masyarakat Jawa berdoa untuk harapan-harapan hidup lebih baik.
Oleh karena itulah, 1 Suro dianggap sebagai waktu yang tepat untuk membersihkan diri, dan membersihkan berbagai hal yang dianggap memiliki kekuatan, misalnya seperti pusaka-pusaka.

Tak heran pada 1 Suro, banyak pemilik pusaka anjamasi (memandikan) kerisnya, atau pusaka-pusaka lainnya. Kraton Solo pun mengadakan upacara dan kirab pusaka, yang sangat terkenal dengan kirab yang disertai dengan Kyai Slamet (kebo bule) yang dianggap sebagai bagian dari pusaka kraton.
Tempat-tempat yang biasanya menjadi tujuan untuk menyepi dalam rangka tirakat, antara lain pantai selatan Jawa, seperti di sekitar kraton Solo dan Yogya, Pantai Parangkusumo, Yogyakarta; Dlepih di kawasan Wonogiri yang dipercaya sebagai tempat semedinya Raja Sultan Agung, Puncak Gunung Lawu, lereng gunung Merapi dan Merbabu.

Selain itu masyarakat Jawa ada juga yang mendatangi beberapa mata air, sendang (tasik) dan tempuran sungai (pertemuan dua sungai) dipadati pengunjung untuk mandi sesuci di tengah malam. Tempuran sungai dipercaya mempunyai daya gaib/energi yang lebih kuat. Selain mandi, banyak yang berendam berlama-lama di sungai, mengadakan tirakatan dipinggiran sungai sampai pagi hari.
Makam-makam dan petilasan orang-orang tua bijak, raja, pertapa yang terkenal, banyak didatangi peziarah untuk melakukan doa kepada Tuhan dan selanjutnya melakukan meditasi, dan berjapa.

Selain untuk mendekatkan diri, masyarakat Jawa juga mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberi rejeki dan semua nikmat. Rasa syukur itu di berbagai daerah diekspresikan dengan berbagai cara, seperti sedekahan di tempat-tempat tertentu, larungan atau labuhan di pantai, danau, atau puncak gunung.

Ada juga yang melakukan kegiatan sebagai rasa syukur atas keberhasilan di masa lalu dengan cara pentas wayang kulit, ketoprak, dan kesenian tradisional lainnya. Semua itu intinya adalah perenungan diri sendiri (introspeksi) sebagai hamba Tuhan.
Di sisi lain, karena Suro sebagai saat-saat untuk tirakat, maka masyarakat menghindari bulan ini untuk mengadakan perayaan, seperti pernikahan atau perayaan lain.

Penyambutan 1 Suro bagi masyarakat Jawa sudah berlangsung sejak jaman kuno. Yang menarik, perayaan ini bertepatan dengan 1 Muharam dalam kalender Hijriah bagi umat Islam. Adanya persamaan ini memang ada tonggak sejarahnya, yakni berkat kecerdasan penguasa kerajaan Mataram Islam, yakni Sultan Agung (1613-1645 Masehi).

Sebelumnya orang Jawa terbiasa dengan kalender Saka yang didasarkan pada peredaran matahari. Namun, ketika Islam masuk dan menjadi agama di Mataram, dengan tetap menggunakan kalender Hijriah yang didasarkan pada peredaran bulan, ini menimbulkan kegelisahan, bahkan ketakutan rakyat karena adanya perbedaan dua kalender.

Melihat kondisi ini, maka Sultan Agung membuat kebijakan mengubah tahun Saka menjadi Tahun Jawa. Maka ketika tahun 1555 Saka, oleh Sultan Agung diganti menjadi tahun 1555 Jawa dan berlaku untuk masyarakat pengikutnya.

Penetapan tanggal dan bulannya disamakan dengan tanggal dan bulan Tahun Hijriyah. Berarti tanggal 1 Suro 1555 Tahun Jawa sama dengan tanggal 1 Muharram 1043 Hijriyah dan bertepatan pula dengan tanggal 8 Juli 1633 Masehi. Perubahan ini dengan serta merta menjadi perayaan gabungan dua penganut yang tetap saling menghargai.

Masyarakat Jawa hingga kini terus merayakan pergantian itu. Namun, akibat perkembangan zaman, dan juga dampak dari berbagai kepentingan yang sangat kompleks, lambat laun, banyak masyarakat tidak lagi mengetahui dengan jelas di balik makna asal tradisi budaya bulan Suro.

Mereka umumnya hanya ikut-ikutan, seperti beramai-ramai menuju pantai, mendaki gunung, bercanda ria sambil mengelilingi beteng, berbuat kurang sopan di tempat-tempat keramat dan sebagainya. Maka tidak heran jika mereka menganggap bahwa bulan Suro tidak ada bedanya dengan bulan-bulan lainnya. Di beberapa tempat, malah digelar hiburan dangdut dengan goyangan hot para penyanyinya. Mereka tidak paham 1 Suro yang seharusnya untuk menelisik diri (mulat sarira).

Rahayu _/|\_ I W. Sudarma
* Disunting dari berbagai sumber

Thursday, September 15, 2011

Karena Ucapan

Salam Kasih


Wacika nimitanta manemu sukha
Wacika nimitanta manemu mitra
Wacika nimitanta manemu laksmi
Wacika nimitanta manemu dukha
Wacika nimitanta pati kapangguh

Karena ucapan bisa mendapatkan kebahagiaan
Karena ucapan sahabat di temukan
Karena ucapan kemakmuran diperoleh
Karena ucapan penderitaan didapat
Karena ucapan kematian bisa menjemput

Sahabat. ....tak salah jika para arif bijaksana selalu berpesan agar kita menjaga "si lidah tak bertulang" saat harus bicara...!

Selalulah hati hati.。。。dengan ucapan kita

Salam rahayu
~ I Wayan Sudarma
13/09/2011

Friday, September 9, 2011

SPIRIT HIDUP

Salam Kasih


Sahabat semua.....kenyataan yang harus kita renungkan bahwasanya "Tiada ada orang dan atau keadaan yang dapat membuat kita tidak bahagia.
Kita tidak bahagia karena kita membiarkan pikiran tidak baik itu berkembang dalam hati kita.
Teruslah berpikir positif dan optimis, tidak kehilangan kontrol atas keliaran pikiran, serta lihatlah segala sesuatu yang terjadi sebagai sebuah proses.
Cara ini akan dapat menjauhkan dan menghindarkan kita dari perasaan tidak atau kurang bahagia."

Mari.....temukan bahagia dalam diri kita sendiri, setelah itu mari kita tularkan kepada yang lain agar lebih banyak orang dapat menikmati bahagia itu.....!

Salam rahayu,
` I Wayan Sudarma, 19/08/2011

Wednesday, September 7, 2011

Seperti Bunga

Salam Kasih


Kayadene kembang Saceplok kang endah warnane, ananging orange nggada arum; mangkono uga, ora anak paedahe geguritan kang diucapake Dening wong kang ora Nindakake

* Bagaikan sekuntum bunga berwarna indah tetapi tidak berbau harum; demikian pula tiada manfaatnya kata kata mutiara yang diucapkan oleh orang yang tidak melaksanakannya.

** Like a beautiful flower, full of colour, but without scent, are the fine but fruitless words of him who doesn't act accordingly

Kayadene kembang saceplok kang endah ing warnane sarta arum gandane; mangkono uga gaguritan kang kaucapake dening wong kang ngleksanani

* Bagaikan sekuntum bunga yang berwarna indah serta berbau harum, demikian pula sungguh bermanfaat kata kata mutiara yang diucapkan oleh orang yang melaksanakannya.

** But, like a beautiful flower, full of colour and full of scent, are the fine and fruitful words of him who acts accordingly

~ I Wayan Sudarma
Inspirated by Dharmapada IV.8-9

Saturday, July 30, 2011

Mengatasi Gelisah Di Saat Mesti Mengambil Keputusan

Salam Kasih


Kerisauan karena harus mengambil keputusan sering muncul karena kita memandang situasi dari sisi, "bagaimana saya bisa mendapatkan sebanyak mungkin kesenangan? Yang mana pilihan ini akan memberikan kegembiraan paling banyak dan mengenyahkan sebanyak mungkin penderitaan?"

Ini membuat kita sangat tegang karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. "Mungkin yang ini akan membuat saya senang, mungkin itu yang akan membuat saya senang. Saya tidak tahu yang mana yang akan membuat saya paling bahagia. Jadi saya bingung dan tidak enak hati karena harus memutuskan sekarang juga."

Sekali-sekali, kegelisahan muncul karena kita pikir di sana harus ada satu keputusan yang benar, dan kita tidak tahu yang mana. Ini merupakan pandangan yang sangat membatasi karena semuanya belum terjadi. Akan tetapi lebih baik melepaskan gagasan adanya satu pilihan yang benar, sebaliknya bersikaplah penuh perhatian dan baik hati dalamsituasi apa pun.

Saat harus mengambil keputusan, saya mencoba menggunakan moral sebagai satu kriteria. Saya menggali, "Adakah di antara pilihan ini yang akan membuat saya terlibat dalam perbuatan tidak etis, membangkitkan kualitas-kualitas negatif, atau menyebabkan saya mencipta karma buruk? Adakah pilihan lain yang akan mendorong saya bertindak dengan konstruktif atau menghasilkan sikap positif?"

Dengan kata lain, saya menggunakan perilaku moral sebagai kriteria dalam mengambil keputusan.

Kriteria lainnya adalah manfaat berbagai pilihan itu bagi orang lain. " Dalam jangka panjang, yang mana yang akan membawa manfaat paling optimal bagi orang lain?"

Cara pandang seperti inilah yang dapat membuat pikiran lebih santai dan dan dapat menjangkau lebih luas daripada pikiran, "Yang mana yang membawa keuntungan paling banyak bagi saya saat ini?"

Salam Rahayu
oleh: I Wayan Sudarma

Sunday, July 24, 2011

Pemenang Dalam Diri

Salam Kasih


Sore hari di tengah telaga, ada dua orang yang sedang memancing. Mereka adalah ayah dan anak yang sedang menghabiskan waktu mereka disana. Dengan perahu kecil, mereka sibuk mengatur pancing dan umpan. Air telaga bergoyang perlahan dan membentuk riak-riak kecil di air. Gelombangnya mengalun menuju tepian, menyentuh sayap-sayap angsa yang sedang berjalan beriringan. Suasana begitu tenang, hingga terdengar sebuah percakapan.

“Ayah.”
“Hmm..ya..” Sang ayah menjawab pelan. Matanya tetap tertuju pada ujung kailnya yang terjulur. “Tadi malam ini,aku bermimpi aneh. Dalam mimpiku, ada dua ekor singa yang sedang berkelahi. Gigi-gigi mereka, terlihat runcing dan tajam. Keduanya sibuk mencakar dan menggeram, saling ingin menerkam. Mereka tampak ingin saling menjatuhkan.” ucap sang anak.

Anak muda ini terdiam sesaat. Lalu, mulai melanjutkan cerita, “singa yang pertama, terlihat baik dan tenang. Geraknya perlahan namun pasti. Badannya pun kokoh dan bulunya teratur. Walaupun suaranya keras, tapi terdengar menenangkan buatku.”

Ayah mulai menolehkan kepala, dan meletakkan pancingnya di pinggir haluan.”Tapi, singa yang satu lagi tampak menakutkan buatku. Geraknya tak beraturan, sibuk menerjang kesana-kemari. Punggungnya pun kotor, dan bulu yang koyak. Suaranya parau dan menyakitkan.”

“Aku bingung, maksud dari mimpi ini apa?. Lalu, singa yang mana yang akan memenangkan pertarungan itu, karena sepertinya mereka sama-sama kuat?”

Melihat anaknya yang baru beranjak dewasa itu bingung, sang Ayah mulai angkat bicara. Dipegangnya punggung pemuda di depannya. Sambil tersenyum, ayah berkata, “pemenangnya adalah, yang paling sering kamu beri makan.”

Ayah kembali tersenyum, dan mengambil pancingnya. Lalu, dengan satu hentakan kuat, di lontarkannya ujung kail itu ke tengah telaga. Tercipta kembali pusaran-pusaran air yang tampak membesar. Gelombang riak itu kembali menerpa sayap-sayap angsa putih di tepian telaga.

=========

Sahabat... setiap diri kita memiliki “singa” saling bertolak belakang. Masing-masing ingin menjadi pemenang, dengan menjatuhkan salah satunya. Singa-singa itu adalah gambaran dari sifat yang kita miliki. Kebaikan dan keburukan. Dua sifat ini sama-sama memiliki peluang untuk menjadi pemenang dan kita pun dapat mengambil sikap untuk memenangkan salah satunya. Semua tergantung dengan singa mana yang sering kita beri makan.

Salah satu santapan dari singa yang buruk adalah sinetron. Sinetron memiliki naskah yang dangkal, emosional berlebihan, pendidik yang baik dalam hal kekerasan, kelicikan, alur cerita yang dipanjang-panjangkan, yang makin hari makin tidak berkualitas. Sinetron yang baik bisa dihitung dengan jari.

Belum lagi, kita juga disuguhkan oleh tayangan gosip, yang membuka-buka aib orang lain. Juga tayangan yang mempertontonkan keburukan dan kekerasan.

Ingat, keburukan yang koar-koarkan akan menghasilkan keburukan yang serupa.

Sahabat,

Setiap dari kita merindukan tayangan yang berkualitas, yang menengok pribadi-pribadi yang tangguh dalam berjuang tuk mencapai prestasi. Tayangan yang santun, tayangan yang mengajak untuk lebih dekat dengan Tuhannya.

Apa yang kita baca dan apa yang kita lihat, adalah makanan bagi pikiran kita. Apa yang terpikirkan, itulah yang akan tersikap.

Salam Rahayu
~ I Wayan Sudarma

Kegagalan Adalah Pintu Kesuksesan

Salam Kasih


Pada kebanyakan orang, makna kegagalan begitu buruk bahkan bisa menjadi kegagalasmomok penghancur harapan. Kita harus yakin, setiap situasi apapun pasti ada faktor keberuntungan. Termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan.

Yang menjadi alasan mengapa orang tidak menikmati kegagalan adalah tertundanya waktu mereka untuk mencapai apa yang diinginkan/dicita-citakan. Sebagian orang mengisi kegagalan dengan keterpurukan, kesedihan atau yang lebih parah menyalahkan dirinya sendiri sebagai pemicu/penyebab adanya kegagalan tersebut. Tidaklah patut untuk ditiru.

Tetapi, ada sebagian orang mengisi kegagalannya sebagai ajang introspeksi diri, mencoba lebih baik lagi untuk kedepannya dengan pengalaman kegagalan yang pernah dirasai. Dan yang paling hebat, mereka bisa menjadikan situasi ini sebagai penyemangat dalam melanjutkan perjalanan menuju cita-cita, bukan sebagai pemutus asa. Itulah pola orang sukses.

Tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan. Berarti kegagalan merupakan jendela kesuksesan. Disaat semua pintu tertutup, janganlah dulu untuk berdiam diri, menyerah dan terpuruk. Lihatlah, masih ada jendela yang bisa mengeluarkan kita dari sana.

Kesimpulannya, kegagalan bukanlah penghenti cita-cita, pemutus asa dan penghancur mimpi. Jika kita bersikap terbuka, bisa jadi kita malah bersyukur karena mengalami kegagalan. Ingat, tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan dan ingatlah pula jika Allah SWT selalu bersama kita

Salam Rahayu-
 ~ I Wayan Sudarma
Artikel dari seorang sahabat @Sister Suci

Saturday, July 23, 2011

Pesan Di Balik Sebuah Kegagalan

Salam Kasih


Bagi banyak orang kegagalan adalah sesuatu yg buruk. Apakah betul begitu? Untuk pikiran yang dangkal, hal itu memang betul. Namun apabila kita memikirkannya lebih dalam lagi, kegagalan tidak selamanya merupakan bencana.

Bisa jadi, dengan kegagalan Tuhan mengingatkan kita bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan. Barangkali Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak hal yang harus kita pelajari, yang mana kalau kita sukses padahal kemampuan kita masih dangkal, kita akan terjatuh lebih dalam lagi. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang ahli investasi dari Amerika bahwa ‘orang bodoh dengan uang banyak adalah suatu fenomena yang sangat menarik’.

Apakah yang akan terjadi bila orang bodoh tiba-tiba mendapatkan uang banyak? Jelas, dia akan menghabiskannya tanpa perhitungan hanya untuk barang-barang konsumtif dan kembali mengalami kesulitan keuangan karena kemungkinan besar barang-barang konsumtif tersebut akan dia beli dengan cara kredit. Apakah dia pantas disebut orang kaya? Jelas tidak, orang yang betul-betul kaya tahu betul apa yang akan dia perbuat dengan uangnya dan akan mengembangkannya lebih banyak lagi.

Poin utamanya adalah kesuksesan yang kita terima akan selalu sesuai dengan kapasitas diri kita. Jika kita menerima kesuksesan di luar kapasitas diri, malah kita akan jatuh lebih dalam dan gagal lebih parah. Maka dari itu, jangan terlalu mendramatisir kegagalan. Bisa jadi dengan kegagalan Tuhan menyelamatkan kita dari kegagalan yang lebih parah.

Yang perlu kita fokuskan adalah bagaimana caranya agar kita bisa berkembang secara pribadi untuk layak menjadi orang yang betul-betul sukses sehingga kesuksesan kita bisa bertahan lama dan semakin berkembang.

Semoga Beruntung!

~ I Wayan Sudarma

Saturday, July 16, 2011

Hidup Ini Adalah BATU LONCATAN

Salam Kasih


Hidup kita sebagai manusia sungguh adalah kesempatan yang berharga, ia berpotensi untuk menjadi batu loncatan dalam menggapai hal-hal yang lebih baik, lebih mulia, dan lebih agung. Seburuk apapun keadaan hidup yang kita jalani, jangan pernah merasa bahwa hidup kita ini sia-sia atau tiada berguna. Selama kita masih mau berbuat sesuatu yang baik, kita pasti akan mengalami perubahan ke arah kebaikan. Namun demikin hidup kita sebagai manusia juga bisa menjadi sesuatu yang sungguh menakutkan bila tidak diarahkan pada hal-hal yang baik dan agung-hal ini justru akan membawa kesulitan baik saat kini maupun nanti.

Demikian pula.....

Sebaik apapun keadaan nasib hidup kita saat ini, jangan menganggapnya bahwa hal tersebut akan kekal abadi selamanya. Kita harus ingat pada hukum sebab akibat. Bila kita hanya menikmati baiknya nasib hidup kita, lalu kita lalai untuk menyemai benih penyebabnya, suatu saat kita akan mengalami defisit timbunan kebajikan yang membuat kita hidup bahagia itu. Jangan sampai hal demikian terjadi.

Dari semua ini....Tanam, terus tanam,dan tanam terus kebajikan......sebisa mungkin.....selagi bisa ada kesempatan....dengan demkian kita akan memiliki kesempatan untuk melompat-melampaui penderitaan kehidupan ini menjadi lebih baik lagi.

Rahayu
~ I Wayan Sudarma
Bali, 21 Januari 1994

Monday, June 6, 2011

JANGAN BERUBAH

Salam Kasih

Aku sudah lama mudah naik darah. Aku serba kuatir, mudah tersinggung dan egois sekali. Setiap orang mengatakan bahwa aku harus berubah. Dan setiap orang terus-menerus menekankan, betapa mudah aku menjadi marah.


Aku sakit hati terhadap mereka, biarpun sebetulnya aku menyetujui nasehat mereka. Aku memang ingin berubah, tetapi aku tidak berdaya untuk berubah, betapapun aku telah berusaha.

Aku merasa paling tersinggung ketika sahabat karibku juga mengatakan, bahwa aku mudah naik pitam. Ia juga terus-menerus mendesak supaya aku berubah. Aku mengakui bahwa ia benar, meskipun aku tidak bisa membencinya. Aku merasa sama sekali tak berdaya dan terpasung.

Namun pada suatu hari ia berkata kepadaku: 'Jangan berubah! Tetaplah seperti itu saja. Sungguh, tidak jadi soal, apakah engkau berubah atau tidak. Aku mencintaimu sebagaimana kau ada. Aku tidak bisa tidak mencintaimu.'

Kata-kata itu berbunyi merdu dalam telingaku: 'Jangan berubah. Jangan berubah. Jangan berubah ... Aku mencintaimu.'

Dan aku menjadi tenang. Aku mulai bergairah. Dan, oh, sungguh mengherankan, aku berubah!

Sekarang aku tahu, bahwa aku tidak dapat benar-benar berubah, sebelum aku menemukan orang yang tetap akan mencintaiku, entah aku berubah atau tidak.
Engkau mencintaiku seperti itu, Tuhan?


~ I Wayan Sudarma
(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)

Landasan Kebebasan Batin ~

Salam Kasih


“Landasan pertama dari kebebasan batin adalah:
* Ketidak-melekatan total terhadap semua yang impermanen,
* Menyusul kedamaian hati,
* Daya tahan mental,
* Ketabahan, dan renansiasi terhadap semua tindakan yang disertai pamrih atau bermotifkan pementingan diri."

Salam Rahayu
~ I Wayan Sudarma