Showing posts with label Catatan pinggir Jalan. Show all posts
Showing posts with label Catatan pinggir Jalan. Show all posts

Sunday, October 20, 2019

Alasan Uttama Meraih Kekakayaan

Om Swastyastu
"Setiap manusia diberi anugerah yang berbeda-beda yang disebut: 'beda-beda panduming dumadi', sementara KESADARAN menerima perbedaan tersebut dinamakan 'narima ing pandum'.


Dengan demikian kita sudah sepatutnya; 'Tidak mengatakan ini milikmu dan itu milikku', tetapi katakan saja, 'ini datang padamu dan itu datang padaku', sehingga
kita tidak akan menyesal kehilangan kemilau dari semua benda megah yang telah lenyap'.

Itu sebabnya Susastra Veda menyatakan demikian alasan utama seseorang dalam meraih kekakayaan, yakni: 'Kekayaan yang
diperoleh karena bekerja dengan giat, dikumpulkan dengan kekuatan tangan & cucuran keringat sendiri dengan landasan Dharma (Kebenaran), dimanfaatkan untuk menyenangkan & mempertahankan kebahagiaan dirinya sendiri, untuk memelihara & membuat
orangtua & Keluarganya bahagia;
membahagiakan para karyawan & anak buahnya, dan demi kesejahteraan bersama (masyarakat). Inilah alasan pertama untuk
mengejar KEKAYAAN'.

Om Santih Santih Santih Om
❤ I Wayan Sudarma
#CatatanpinggirJalan
#percikandharma
Purwani Purnama Sasih Kapat 2019

KEBERADAAN

Om Swastyastu

"Na avastunah vastu-siddhih; A thing cannot be produced. from nothing; Sebuah keberadaan tidak dapat tercipta dari ketidakberadaan" (Samkhya I.78)

KAU ada di setiap langkah kakiku
KAU hadir di setiap detik waktuku
KAU menyatu disetiap tarikan nafasku
KAU bergema disetiap denyut otakku
KAU mengalir di setiap mili darahku
KAU bergerak di setiap detak jantungku
KAU ada karena aku ada karena KAU ada

Tanpa keberadaanNya kita tidak memiliki eksistensi, dan tanpa kita maka eksistensiNya pun siapa yang mengakui?.
Tanpa keberdaan mahluk lain (baik yang bergerak maupun tidak bergerak) maka kita juga tidak punya eksistensi, makanya menghargai-menghormati dan menjaga keberadaan mahluk lain semata-mata agar kita punya eksistensi

Bagi manusia yang sadar ia tidak akan pernah kehilangan kemanusiaannya walau ia hidup sendiri di tengah hutan, banyak para sidha/yogi menghabiskan dirinya sendiri tanpa manusia lainnya dan tidak kehilangan kemanusiaannya, mengapa karena ia tidak saja belajar dari manusia melainkan dari semua yang ada disekitarnya.

Saat ini kita sudah bergaul dengan manusia lainnya, dengan alam, dan keberadaan mahluk lainnya, apa yang terjadi?, Apakah kita mejadi lebih manusiawi? (Silahkan renungkan dan Jawab Sendiri!)


Patut direnungkan kembali-lagi dan lagi, bahwasanya Hidup ini adalah perjuangan dari sekian banyak kelahiran dari berbagai level kehidupan, jadi bukan semata-mata anugrah. Namun demikian kita memang harus selalu berterimakasih/bersyukur karena diberi hidup menjadi manusia yang diberikan kelebihan berupa daya pemilah dan pemilih berupa budhi dan manah, tapi ucapanTERIMA KASIH belumlah cukup, harus ditambah dengan kata MAAF: berani meminta maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun yang berasal dari luar kesadaran kita, dan mau dan mampu memaafkan kesalahan yang lainnya. Yang berikutnya adalah TOLONG; hidup tidak bisa sendiri jadi mintalah tolong kepada mahluk lain dan tolong juga mahluk yang lain dengan kasih, dan yang tidak kalah penting adalah pakai ketiga hal tersebut: TERIMA KASIH, MAAF dan TOLONG dengan mengunakan HATI NURANI, bukan saja memakai otak, apalagi otot dan kekuasaan.

Keberlangsungan sebuah eksistensi bergantung pada kemampuan masing-masing menjaga Relasi, baik dalam tataran ideasi, ucapan dan tindakan. Semoga bermanfaat. Manggalamastu.⚘

Om Santih Santih Santih
Rahayu 🙏
~I Wayan Sudarma

Friday, March 11, 2016

Kecerdasan vs Kedunguan

Ketika anak lelakinya sedang terkesima keajaiban ilmu, seorang ayah menasehatinya:

“Misalkan saja, anakku..

Kecerdasan menciptakan jalan panjang nan terang.
Ia merentang, membuat kaum cendikiawan terilhami meletakkan garis-garis berwarna perak di awan terkelam.
Mentari khayal yang baru sedang menyinari!

Wahai! Betapa ini impian yang nyata!
Tiap orang berlomba menajamkan mata pisau akal.
Bertujuan menghembuskan topan untuk menyingkirkan neraka yang tepat terjatuh ke Bumi.

Ini kegagalan, Oh, bukan..
Ini hanya kreativitas!
Oh, sayang, kau tak salah tampaknya,
juga kau pun belumlah berubah begitu jenaka!

Bagaimana bisa?

Untuk menganggap kemajuan sebagai hal yang bermasalah laksana neraka yang terjatuh atau pun surga isapan jempol.
Galaukah kau dengan daya tarik ini?

Kedunguan atau pun kecerdasan selalu beresiko.
Tentu kita berada di dalam keduanya!”

♡ Jro Mangku Danu

Wednesday, May 13, 2015

SETIAP ORANG PUNYA CERITA

Salam Kasih
Hidup selalu terbungkus oleh banyak lapisan. Kita hanya melihat
lapisan luar & tidak tahu isi dalamnya...

Kita hanya melihat, wah.... pengusaha itu hebat, rumahnya besar, mobilnya mewah, hidupnya bahagia sekali...
Padahal dia lagi stress & hidupnya penuh hutang, kerja keras hanya buat bayar bunga pinjaman, semua asetnya sudah jadi milik bank...

Huaaa... pasangan anggun yang hadir di acara reuni itu begitu serasi & mempesona, mereka pasti hidup harmonis & bahagia...
Padahal hidup mereka penuh dgn kebencian, saling menuduh, menghianati & menyakiti, bahkan sudah dalam proses perceraian & bagi harta...

Lihat pemuda itu, lulusan Harvard dgn nilai cumlaude, pasti mudah dapat kerja, gaji besar, hidupnya pasti bahagia...
Padahal dia kena PHK sudah 10x, jadi korban fitnah di lingkungan kerjanya. Sudah 2 bulan belum dapat job baru...

Woww... Ibu muda itu, selalu ke pub clubbing & diskotik, dia punya banyak waktu, nggak perlu pusingin kerjaan rumah, hidupnya enjoy banget, dia pasti bahagia....
Padahal batinnya hampa & kesepian, jiwanya merintih. suaminya tak pernah menghargai & mengasihinya...

Lihat tetangga kita anaknya sudah besar-besar semua, bapak ibunya sudah boleh santai & tenang, mereka pasti bahagia....
Namun kenyataannya orang tua mereka tak pernah bisa tidur nyenyak, anak-anaknya tak berbakti, suka judi & narkoba.

Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar & tidak tahu realita yang di dalam.

Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya cerita duka. Begitulah hakekat hidup.

Janganlah menggosip tentang masalah orang, sebenarnya siapapun tidak mau mengalami masalah tapi manusia tak luput dari masalah.

Jangan mengeluh karena masalah. Hayatilah makna dibalik semua masalah maka semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna!‎

Jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain, karena orang lain belum tentu lebih bahagia dari kita......
Be wise, when you read this :)

Rahayu, Catatan pinggir Jalan, Bali 22/11/2011

Tuesday, March 24, 2015

CARE & SHARE EACH OTHERS

Salam Kasih

Baik di rumah, di warung, di restaurant-sering kali kita menghambur-hamburkan uang untuk membeli makanan, dan sering kali pula kita lupa bahwa banyak saudara kita hari itu tidak bisa makan walau hanya sesuap...

Sahabat..... jika setiap hari dpt menyisihkan sedikit saja makanan atau budget makan kita...lalu mencoba utk berbagi dengan mereka yg kesusahan...betapa mulia kesempatan hidup yg singkat ini-

*selamat berbagi*
I Wayan Sudarma

PENGENDAIAN DIRI

Om Swastyastu
Sahabat. ...manakala kita telah meyakini bahwa semesta dan isinya Terikat oleh hukum kausal sebab akibat, hal ini mengandung pengertian bahwa perbuatan jahat akan kembali menimpa kita sebagai malapetaka. Dengan demikian kita akan sangat berhati-hati sekali dalam perbuatan, ucapan, dan pikiran kita. Supaya kita tidak berbuat sesuatu yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Keyakinan tentang hukum karma akan membuat kita mampu mengendalikan diri kita sendiri,  terutama dalam niat untuk tidak berbuat jahat, demi kepentingan diri sendiri maupun golongan tertentu.

Sahabat. ...hukum karma mengikat semua kehidupan, dan tidak pernah pilih kasih, ia adalah keadilan sejati. ...keyakinan ini yangtze selalu harus kita pupuk, tanamkan,  dan merawatnya dengan penuh kesadaran.

Om Santih Santih Santih Om

~ I Wayan Sudarma
Paiton,  24/09/2011

Tuesday, November 25, 2014

TERLELAP


Hari ini kembali Engkau lelapkan diriku dalam kuasaMu
Di Pinggir Jalan ini telah ku maknai sedemikian kasihnya diriMu.
Tak ada satupun pintaku lagi, 
Karena sudah sedemikian tak terhingga berkatMu melalui badan ini...
Belailah aku selalu...!
Itu sudah lebih dari cukup bagiku.....
_/I\_ Tuhanku


I W Sudarma, June 6 2011

Monday, April 7, 2014

Bercengkerama Dengan Kapas

Salam Kasih
Pagi ini saya melihat kapas- kapas beterbangan bebas di antara pohon kapuk/randu. Saya bertanya padanya, bagaimana Ia bisa terbang bebas....?
Jawab Si kapas: "Aku bisa terbang karena Aku membiarkan secara alamiah Aku bertumbuh, dan di Saatnya tiba Aku lepaskan biji-biji yang membebaniku, lalu membiarkan angin membawaku ke alam bebas."
Wow.....sebuah inspirasi luar biasa....Seandainya Kita tak terlalu tergesa-gesa dan menempuh cara- cara instan untuk menggapai sesuatu, terlebih jika dengan cara-cara yang tidak terpuji, tapi bergerak secara alamiah mengikuti hukum kausal semesta ini.... Dan setelahnya kita rela, mau, dan berani melepaskan keterikatan-keterikatan duniawi yang membebani hidup ini-di saat yang sama semesta Akan menghadirkan kemahardiakaan untuk kita...
Rahayu ♡ Sudarma
Bali-07042014

Monday, February 24, 2014

Jangan Menilai Dari Bentuk & Rupa

Salam Kasih
"Janganlah melihat & menilai sesuatu hanya dari bentuk & rupanya". (I W Sudarma)

Dalam keseharian tak jarang kita dihadapkan pada satu kondisi untuk memberi penilaian, dan ternyata pula pola kita menilai sesuatu acapkali berdasarkan atas bentuk dan atau rupa dari sesuatu itu.
Nah....agar kita tidak terjebak pada penilaian dangkal dan subyektif. Sekiranya tips dan kisah berikut bisa dijadikan  sebagai pelajaran!
Darma adalah seorang penasihat kerajaan yang  wajahnya buruk dan tubuhnya bongkok, tetapi ia sangat disegani karena kebijaksanaannya.
Pada suatu hari Putri Kerajaan mengejeknya: "Jika kamu bijaksana, beritahu aku MENGAPA kebijaksanaan ada dalam diri yang buruk rupa & bongkok?"
Darma: Dengan santai Darma malah balik bertanya: "Apakah ayahmu mempunyai anggur ?"
Putri: "Semua orang tahu bahwa ayahku mempunyai anggur terbaik"
Darma: "Dimana disimpan ?"
Putri: "Yach pasti dalam bejana tanah liat"
Darma tertawa...ringan lalu berkata: "Seorang raja yg kaya menggunakan bejana tanah liat ?"
Mendengar itu, putri raja merasa malu & segera memerintahkan pelayan memindahkan semua anggur yang ada di istana ke dalam bejana emas & perak.
Suatu hari raja mengadakan jamuan kerajaan & kaget karena rasa anggurnya sangat asam. Pelayan istana  menceritakan bahwa anggur yang disuguhkan tadi berasal dari bejana emas & perak atas instruksi putri raja. Lalu raja menegur putrinya.
Kemudian Sang Putri mencari Penasihat Raja dan  berkata: "Mengapa kamu menipu saya. Saya pindahkan semua anggur ke bejana emas tetapi hasilnya asam"
Dengan teduh Darma menjawab: "Sekarang Anda tahu MENGAPA kebijaksanaan berada dalam wadah yang sederhana & sama seperti anggur, dia hanya cocok dalam bejana dari tanah liat"
Saudaraku..., janganlah melihat & menilai sesuatu hanya dari bentuk & rupanya. Ingat bahwa setiap KEBERADAAN sejatinya memerankan Fungsi (baca: Dharma) sesuai dengan Kualitas (baca: Guna) nya. Semuanya besar dalam peran dan fungsinya masing-masing. Tidak ada yang lebih unggul pun lebih rendah.
Kesadaran inilah yang mesti kita tumbuhkembangkan agar cara pandang kita bisa semakin luas dan bijaksana, bahwasanya setiap Keberadaan memang diadakan untuk suatu Misi Uttama.

Rahayu _/|\_ I W Sudarma 
Lembang-24022014

Wednesday, November 13, 2013

SWADHARMA

Salam Kasih
Badan jasmani ini adalah instrumen untuk melakukan tugas (Karma) dan itelek (Buddhi) dibentuk oleh Karma tersebut. Doa dan meditasi akan memurnikan intelek kita dan menjadikannya sebuah instrumen yang efektif untuk memenangkan Rahmat Tuhan dan untuk realisasi diri. Kehangatan Berkat Tuhan akan menghilangkan semua kebodohan/ketidaktahuan. Kita bisa mendapatkannya dengan melibatkan diri dalam perbuatan baik. Lakukan tugas kita, yang terbaik yang bisa kita lakukan; yang telah ditugaskan kepada kita, Swadharma kita. Tuhan ber-reinkarnasi untuk mengajarkan orang-orang untuk melakukan dharma (tugas) kita. Beliau memperbaiki Buddhi melalui nasihat dan perintah; terkadang menghukum tetapi juga dengan menjadi teman dekat dan pemberi selamat, sehingga orang-orang rela meninggalkan kecenderungan yang buruk dan menerima jalan yang lurus.

Saudara-saudari semestaku....Mari melangkahlah di jalan mulia dan capailah realisasi diri!

The body is the instrument for doing our duties (Karma) and our intellect (Buddhi) is shaped by our Karma. Prayer and meditation will purify our intellect and make it an effective instrument to win the Lord’s Grace and for self-realization. The warmth of Divine Grace will melt all ignorance away. We can win it by engaging ourself in good deeds. Do our duties that we are best fitted for; that which we are ordained for, our Swadharma. God incarnates for teaching people to perform their dharma (duty). He corrects the Buddhi through counsel and command; at times condemning but also by being a close friend and well-wisher, so that people would willingly give up evil propensities and recognize the straight path.

Dear my brother and sisterhood of universe Let's we....Tread the noble path and attain self-realization!

Rahayu _/I\_ I W Sudarma
Lombok-13/11/2013

Saturday, November 9, 2013

Dasar Persembahan Itu Bernama Cinta

Salam Kasih
Lengkapilah setiap napas kita dengan Cinta. Cinta tidak mengenal rasa takut.Ketakutan menyeret manusia menjadi kepalsuan, ketidakadilan dan kejahatan. Cinta tidak mendambakan pujian.
Hanya mereka yang tidak memiliki Cinta di dalamnya gatal untuk mendapatkan  hadiah dan reputasi.Cinta adalah hadiah itu sendiri.
Demikianlah pula, jika kita ingin melakukan suatu persembahan ke hadapan TUHAN, pastikan hal itu bukanlah Cinta yang hanya berupa benda materi belaka. Cinta bukan dagangan, janganlah tawar-menawar tentang biaya (baca: berhitung untung-rugi). Biarkan mengalir jernih dari hati, sebagai aliran Kebenaran, dan sungai kebijaksanaan. Biarkan persembahan itu tidak berasal dari kepala, atau dari lidah  semata. Tapi biarkan muncul secara penuh dan bebas (dari ego), bersumber dari hati.
Saturate every breath of our with love. Love knows no fear. Fear drags man into falsehood, injustice and evil. Love does not crave for praise.
Only those who have no Love in them itch for reward and reputation. Love is its own reward.
Also, if we are eager to place offerings before the Lord, let it be Love instead of mere material objects. Love is not merchandise; do not bargain about its cost. Let it flow clear from the heart, as a stream of Truth, and a river of wisdom. Let it not emanate from the head, nor from the tongue. Let it emerge, full and free, from the heart.
प्यार के साथ तुम्हारी हर सांस तर|| प्रेम का कोई डर नहीं जानता है|| डर झूठ| अन्याय और बुराई में आदमी खींचता है|| प्यार प्रशंसा के लिए याचना नहीं करता है.केवल उन में कोई प्रेम जो लोग इनाम और प्रतिष्ठा के लिए खुजली|| प्यार में अपने इनाम है|| आप भगवान से पहले प्रसाद जगह के लिए उत्सुक हैं| तो यह प्यार की बजाय मात्र भौतिक वस्तुओं हो|| प्रेम का माल नहीं है|  इसकी लागत के बारे में सौदा नहीं है|| यह सत्य की एक धारा है| और ज्ञान की एक नदी के रूप में| दिल से स्पष्ट प्रवाह चलो|| यह सिर से| और न ही जीभ से निर्गत नहीं करते हैं|| यह दिल से| पूर्ण और स्वतंत्र उभरने चलो||°||
Rahayu _/|\_ I W Sudarma
09112013

Friday, November 8, 2013

TIGA MUTIARA

Salam Kasih
"Kecerdasan tertinggi adalah kemampuan untuk membuang KeAKUan.
Pengendalian tertinggi adalah kemampuan untuk mengendalikan Emosi.
Kemuliaan tertinggi adalah kemampuan untuk menguasai Pikiran". (Tantrayana Gautama)
Saudara/i semua....Kita boleh Cerdas, Hebat, Kaya Pengalaman & Pengetahuan, tetapi kalau sulit mengakui orang lain, dan tidak mau mengakui kesalahan yang telah diperbuat hanya akan menghambat kemajuan diri sendiri !
"Solidaritas Sejati" selalu melibatkan perhatian, kasih sayang & ketulusan. Kekuatan itulah yg membawa kita pada kehidupan sukses. Menyitir sebuah Pepatah Yunani: “Tanah subur kebijaksanaan berbuahkan 3 helai daun yaitu: pikiran, bahasa & tindakan yang baik” Dan dalam Veda inilah yang dinamakan Tri Kaya Parisudha: berpikir (manacika), berkata (wacika), dan bertindak (kayika) yang baik dan benar serta bijaksana. Manakala ketiganya sejalan, selaras...inilah yang oleh Mahatma Gandhi dinamakan sebagai "Hidup Harmonis".
Rahayu _/|\_ I W Sudarma
Bali-08112013

Tuesday, October 1, 2013

Keindahan Doa

Salam kasih
Seorang Penyembah berdoa: "Ya Tuhan, berikanlah kami rezeki secukupnya untuk memelihara keluarga, agar kami tidak kelaparan dan juga agar mereka yang datang
bertamu ke rumah kami tidak kelaparan.” (I W Sudarma).

Jika diperhatikan tidak ada yang aneh pada doa penyembah tersebut.Penyembah itu berdoa agar Tuhan memberkahinya berupa dana/uang/harta secukupnya. Ia tidak memohon harta untuk dapat menikmatinya secara berlebihan, tetapi hanya
untuk memelihara kehidupan keluarga atau rumah tangganya. Ia memohon agar dikaruniai rezeki secukupnya demi tidak kelaparan dan juga kalau ada tamu datang, ia bisa mempersembahkan ala kadarnya untuk menjamu tamunya secara layak.
Saudara/i semuanya, hal yang dapat kita renungkan bahwasanya:  Permohonan yang sangat lugu dan sederhana. Dan kesadaran indah seperti ini tidak dimiliki oleh setiap orang secara alami. Kesempatan memiliki kesadaran indah
seperti itu terbuka lebar lewat usaha keras tanpa henti secara sadar dari masing-masing orang.
Semoga hari ini kesadaran kita kian tumbuh mekar, sehingga hidup kita akan kian indah, damai dan bermanfaat bagi mahluk lainnya. Manggalamastu
Rahayu _/|\_ I W Sudarma
Bali-01102013

Friday, September 27, 2013

MELINTASI BATAS-BATAS

Aku tahu bahwa tak selalu akan mudah

karena setiap tujuan perlu langkah
dengan hambatan yang siap untuk diterobos
tampak sebagai jarak yang memisahkan
namun semua itu menjadikannya bermakna
dimana kita bisa lebih banyak belajar

Karenamu aku mulai mengerti arti kerinduan
setiap hambatan yang menghalangi
seperti gelapnya hari saat ditinggal mentari
kerinduan itu tinggal pada bulan
sebagai saksi bahwa mentari terus bersinar
dan cahayanya terus menerangi malamku

Keayuanmu jelas tergambar di sana
sebagai wajah bulan dengan terangnya
sehingga sepi ini menjadi berkah
melodi malam yang tak pernah terdiam
terdengar masuk dalam kesadaranku
kau membawaku melintas batas-batas

Batas ruang dan waktu bukan masalah bagi cinta
cahayanya selalu menemukan cara
untuk mencapai relung hati yang tersembunyi
seperti cahaya mentari yang dipantulkan oleh bulan
menerangi malam dengan cahaya lembutnya
menjadikan malam hadir dengan keanggunan heningnya

Dunia ini telah memilih caranya
kekhawatiran yang digambarkan dengan malam
mereka akan mengatakan seperti itu sebagai kebenaran
namun aku ingin kau percaya satu hal ini
bahwa keheningan malam adalah sahabatku terbaik
saat aku bisa sendiri tanpa keributan suasana siang

Kau tahu bahwa cinta itu ada di rasa
kesendirian selalu menyadarkan diriku
mengenal getaran yang membawaku pada kehidupan
sehingga aku lebih memahami langkah yang lebih sesuai
bukan sebagai apa yang dikatakan kebanyakan orang
rasa cinta telah mengajarkan aku suatu pilihan jalan

Maka kerinduan ini hanyalah suatu bukti
bahwa aku akan selalu menemukanmu
bukan di sana yang terpisah ruang dan waktu
melainkan di sini di dalam hatiku sendiri
getar rasa cinta ini ada karena kehadiranmu

Dan itu membuatkan bahagia dalam kerinduan....

Oleh:  Jro Mangku Danu


Thursday, September 26, 2013

Kehebatan = Kelemahan Yang Belum Dikenali

Salam Kasih
"Seringkali kehebatan-kehebatan sesungguhnya adalah kelemahan yang belum dikenali". (Tantrayana Gautama)

Hidup ini dapat diibaratkan laksana sebuah kamera, saat hendak digunakan, ia mesti fokus terhadap sesuatu yang penting semata. Dan pada saat yang tepat digunakan untuk membidik sasaran untuk dijepret. Diusahakan untuk meminimalkan hal-hal yang negatif. Dan bila hasilnya dirasa belum maksimal, kita dapat mengulang menjepretkannya kembali.

Saudara/i semua, perjalan hidup tidak secara otomatis menghadirkan dan menghasilkan sesuatu yang hebat, langsung berhasil. Untuk bisa sampai pada pencapaian yang maksimum, kita harus mau belajar dari kelemahan-kelemahan secara maksimal. Karena dalam kelemahan tersimpan potensi-potensi yang menakjubkan.

Diperlukan bukan saja kerja keras, namun juga ketabahan, dan ketenangan yang merupakan inti dari keheningan. Dalam keheninganlah kita akan mampu melihat, mendengar, dan merasakan sesuatu yang lebih halus, lebih lembut, dan lebih murni. Inilah keajaiban dari sebuah Kelemahan.

Sebuah pohon yang rindang dan berbuah ranum, bermula dari sebuah benih yang kecil dan mungil.

Jika hari ini kita merasa belum berhasil, tak ada kelirunya kita hening sejenak-sambil mengenali kemurnian yang tersimpan dalam kelemahan kita.

Rahayu _/I\_ I Wayan Sudarma (Jro Mangku Danu)

Sunday, September 22, 2013

PERTANYAAN-PERTANYAAN MENDASAR TENTANG AKU

Salam kasih

Siapakah Aku?
Kamu adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Sebenarnya  kamu adalah
percikan dari Tuhan Yang Maha Esa dan bahkan kenyataannya kamu adalah satu dengan Tuhan Yang Maha Esa. Seperti arus listrik yang mengalir melalui kabel dan menyalakan lampu-lampu, maka demikian juga kamu adalah ibaratnya listrik yang ada disebuah lampu yang esensinya sama dengan keseluruhan listrik yang ada. Kamu bukanlah badan fisik yang kamu kenakan, karena badan itu hanyalah kepompong bagi diri sejatimu. Kamu telah diberikan lima lapis badan. Lapisan badan yang pertama adalah badan fisik yang dibentuk oleh makanan. Badan fisikmu bukanlah semata-mata tumpukan zat-zat kimia, badan fisikmu adalah Pura dari Tuhan  yang berpintu gerbang sebelas yaitu sebelas lubang yang ada pada tubuh fisik terdiri dari dua lubang telinga, dua lubang mata, dua lubang hidung, satu lubang mulut, satu lubang alat kelamin, satu lubang dubur, satu lubang pusar dan satu lubang ubun-ubun.

Lapisan badan yang kedua adalah badan energi vital yang terbentuk dari lima macam prana yang mengarahkan aktivitas-aktivitas badan dan pikiranmu. Pengaturan prana-prana tersebut dibantu oleh cakra-cakra dan nadi-nadi. Muladara Cakra mengendalikan penghancuran racun-racun dalam tubuh dan pikiran, Swasdhisthana Cakra mengendalikan kesan-kesan
atau pengalaman-pengalaman, Manipura Cakra mengendalikan dinamisme dari pikiran , Anahata Cakra mengendalikan perwujudan dan proyeksi dari emosi-emosi dan perasaan-perasaan, Vishuddhi Cakra yang mengendalikan kreatifitas dan efektivitas  dan Ajna Cakra adalah pintu gerbang antara energi yang tewujud dengan yang tidak terwujud serta kesadaran.

Lapisan badan ketiga adalah badan pikiran yang terbentuk oleh dua
kualitas yaitu pikiran dan kemampuan membedakan. Pikiran adalah rasional, linier, berurutan, penuh gejolak. Kemampuan pembedaan muncul setelah adanya pengetahuan dengan menghilangkan kebodohan.
Keharmonisan dalam lapisan badan pikiran  ditunjang oleh keseimbangan lapisan badan energi vital.

Lapisan badan keempat adalah badan kebijaksanaan yang tersusun oleh dua kualitas yaitu ego dan memori bawah sadar. Ego adalah yang memberikan kamu identitas pribadi, yang merasakan kondisi bipolar seperti kesenangan atau kesusahaan, kenikmatan atau penderitaan dan lain-lain. Sedangkan memori bawah sadar adalah perpustakaan yang luar biasa luasnya yang menyimpan semua kenangan-kenangan dan
pengalaman-pengalaman dari kehidupan-kehidupanmu terdahulu dan yang sekarang.

Lapisan yang kelima adalah lapisan kebahagiaan yang merupakan dirimu
sejati yang tidak pernah mati walaupun keeempat lapisan lainya mati. Badan inilah yang disebut sebagai roh atau atman, yang bukan pria atau wanita. Kamu akan menyadari dirimu sejati jika kamu telah melewati lapisan keempat yaitu menghilangkan ego. Dalam badan ini kamu hanya merasakan kebahagiaan, kesatuan dan kepuasan.

Kamu sejatilah adalah perwujudan kebahagiaan dan perwujudan kebenaran. Egolah yang membuat kamu terpisah dari kebenaran atau Tuhan Yang Maha Esa. Kamu berkata ,”Aku yang mengerjakan”. Jangan kamu berpura-pura menjadi pelaku, hilangkanlah perasaan ego dan jadilah pelayan Tuhan  maka kamu akan merasakan kehadiran Tuhan. Segala sesuatu dikerjakan Tuhan melalui kamu. Hanya karena perasaan individulistis, ego kamu, yang menutup kesadaran akan hubungan yang terus menerus dengan Tuhan. Kamu terlahir dengan kehadiran Tuhan di dalam dirimu dan diri sejatimu adalah Tuhan sendiri.  Tetapi, dengan kelahiran kamu lupa, lupa akan sejatimu, lupa akan keTuhanmu. Setelah Kerudung ego menutupi pikiranmu, kesadaranmu akan Tuhan hilang.

Badan dan kehidupan diberikan kepadamu oleh Tuhan adalah dengan tujuan untuk benar-benar dirasakan dan dinikmati. Kamu tidak boleh terlalu mengekang badan fisikmu dan keinginan-keinginamu. Kamu harus mengarahkan indria-indria secara bertahap, karena kalau kamu secara keras mengekangnya maka mereka akan memberontak. Salurkan keinginaan-keinginan yang memuaskan indria-indria ke
aktivitas-aktivitas yang tidak menumbuh kembangkan egomu. Peliharalah badanmu, yang merupakan saluran untuk mengalami Cinta Kasih Tuhan.

Definisi dari manusia adalah Cinta Kasih. Adalah Tuhan yang selalu
bergetar didalammu , bergetar dengan Nama Tuhan. Itu adalah Cinta Kasih Tuhan. Oleh karena itu kamu harus tahu bahwa Cinta Kasihlah satu-satunya jawaban terhadap jawaban “Siapakah Aku’ itu.

Rahayu _/|\_ I W Sudarma, S.Ag, M.Si
Bandung-22092013

Wednesday, September 11, 2013

KEPUTUSAN

Salam Kasih

"Keputusan yang dibuat seseorang menunjukkan pencerahannya". (Mahabharata)

Saudara-saudari semua...menjuluki seseorang sebagai orang jahat penuh cacian, fitnah dan mendukung yang lainnya sebagai orang baik, bijaksana merupakan paradoks atau masalah dunia. Keputusan yang sumir bahkan dapat dibilang lancang demikian itu akan merusak perkembangan bukan saja perkembangan phisik, psikis, emosi, mental tetapi juga perkembangan intelektual, dan spiritual manusia.

Padahal jika diteliti lebih dalam; tak seorangpun yang seluruhnya baik dan tak seorangpun yang seluruhnya  buruk. Dan apa yang diketahui seseorang tentang orang lain amatlah  sedikit. Sebenarnya tak ada seorangpun yang mengenal dirinya sendiri sepenuhnya. Tetapi ia buru-buru menilai orang lain. Dalam usahanya menilai orang lain, sejatinya telah ia mengungkapkan semua keterbatasannya sendiri.

Namun orang-orang bijak bersikap baik dengan semuanya, tetapi mereka tidak mencoba untuk menilai siapapun.

Rahayu _/|\_ Jro Mangku Danu


Thursday, September 5, 2013

KEKESALAN

Salam Kasih
"Naik turun dalam kehidupan tidak mempengaruhi para sadhu (baca: yang telah cerah). Pikiran mereka selalu selaras dengan Yang Mahamulia". (Shirdi Sai)

Saudara-saudari semua..."kekesalan" adalah suatu penyakit umat manusia yang lumrah. Namun untuk beberapa alasan terutama bagi kesehatan psikis, mental, emosi dan spiritual semuanya akan merasa terganggu dengan sikap kesal ini. Daripadanya kita harus melenyapkan penyakit ini.

Kekesalan memiliki penyebab-penyebab luar dan dalam. Persoalan yang nyata ada pada penyebab dalam. Dimana pikiran menciptakan masalah-masalahnya sendiri dan menjengkelkan mereka. Masalah-masalah yang diciptakan sendiri harus dipecahkan melalui diskriminasi. Penelitian dan Penelisikan diri (Mulat Sarira) dengan cermat adalah cara satu-satunya untuk melenyapkan masalah-masalah itu. Ketika pikiran menjadi utuh, masalah-masalah itu juga tidak akan dipengaruhi oleh kekesalan luar.

Ingat saat kekesalan mendera dan kita membiarkannya merajalela-saat itu pula kita telah kehilangan kesadaran diri.....

Mari hindarkan diri agar tidak hadir menjadi pribadi yang penuh kekesalan dan menjadi sumber/pemicu orang lain menjadi kesal.

Rahayu _/|\_ I W Sudarma
05092013

Wednesday, September 4, 2013

MELEPASKAN

Salam Kasih
Melepas” sesungguhnya berarti demikian: Seperti ketika kita membawa sebuah batu yang berat. Selama kita membawanya, kita merasa berat. Tetapi kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan terhadap batu tersebut, jadi kita terus membawanya. 

Ketika ada seseorang yang memberitahukan kita untuk membuang batu tersebut, kita berpikir, “Eh? Jika aku membuangnya, aku tidak akan mempunyai apa-apa lagi.” Jadi kita terus membawa batu tersebut. Kita tidak berniat untuk membuangnya. 

Bahkan jika ada seseorang yang memberitahu kita, “Ayo. Buang batu itu. Kamu akan merasa lebih baik dan kamu akan mendapatkan keuntungan-keuntungan,” kita tetap tidak berniat membuang batu tersebut karena kita takut kita tidak akan mempunyai apa-apa lagi. Jadi kita terus membawa batu itu hingga kita merasa sangat lelah dan capek sehingga kita tidak mampu membawanya lagi. Baru pada saat itulah kita membuangnya.

Hanya pada saat kita melepaskannya baru kita akan memahami melepas. Kita akan merasa tenang. Dan kita dapat merasakannya di dalam diri kita betapa berat rasanya membawa batu itu. Tetapi ketika kita sedang membawa batu itu, kita tidak memahami semua manfaat yang dapat kita peroleh dari melepaskannya.

Rahayu _/|\_ I W Sudarma
04/09/2013

Wednesday, August 28, 2013

PENGABDIAN

Salam Kasih
"Manusia yang diberkati dengan 'pengabdian' mencurahkan segala miliknya kepada Tuhan. Ia tidak akan meminta apa-apa dari Sang Pencipta". (Awatara Rama)

Saudara/I semuanya...rasa cinta yang besar kepada Penguasa alam semesta merupakan pengabdian. Hal itu terjadi dengan sendirinya dan tidak didorong oleh suatu pertimbangan dan kepentingan pribadi.

Mengharapkan suatu imbalan dan melaksanakan pengabdian adalah dua hal yang berlawanan. Pengabdian diungkapkan dalam wujud pelayanan. Bagi seorang pengabdi, tidak ada pekerjaan yang dilakukan untuk Tuhan yang dirasa sulit atau membosankan. Kesenangan akan meningkat bersama dengan pelaksanaan usaha untuk memuliakan Sang Pencipta.
Jadi....selama pengabdian bertambah besar, keegoisan akan semakin menyusut. Dan pengabdian merupakan imbalan itu sendiri.

Berbahagialah bagi mereka yang telah dapat mengabdikan dirinya, hidupnya di jalan kerahayuan. Dan kita semua mempunyai peluang yang sama besarnya untuk dapat hadir sebagai pengabdi di kehidupan ini.

Rahayu _/|\_
Oleh: I W Sudarma