Monday, May 20, 2013

Tetesan Air-Aliran Air

Salam kasih
Berlatih mesti dimulai dari merenungkan pikiran Anda sendiri. Selalu bersungguh-sungguh menjaga lima pedoman perilaku. Jika Anda membuat suatu kesalahan, berhenti, putar balik, dan mulai kembali. Mungkin Anda akan tersesat dan membuat kesalahan lainnya. Ketika Anda menyadari hal tersebut, putar balik, mulai kembali, setiap kali dan setiap waktu.

Perhatian penuh Ansa akan mencapai tingkat yang lebih tinggi, seperti air yang dituangkan dari sebuah teko. Jika kita memiringkan teko tersebut hanya sedikit, air akan keluar dalam bentuk tetesan: tes... tes... tes.... Ada jeda dalam aliran. Jika kita memiringkan teko itu lagi, maka tetesan air akan menjadi lebih sering: testes-tes. Jika kita miringkan lagi bahkan suara tetesan itu akan hilang dan air berubah menjadi sebuah arus yang bersambungan. Tidak ada lagi tetesan-tetesan, tetapi mereka tidaklah hilang kemana. Tetesan itu menjadi sangat cepat sehingga mereka berubah menjadi sebuah arus air yang bersambungan. Mereka menjadi sangat cepat karena mereka terlalu cepat. Mereka bercampur menjadi satu kesatuan membentuk sebuah arus air. Demikian pula yang terjadi saat kita berproses dalam melakonkan hidup di kehidupan ini.

Rahayu _/|\_ Tantrayana Gautama
20052013

Kekayaan (Dana)

Salam kasih
Kekayaan (Dana) yang dimiliki seseorang baik dari warisan ataupun dari usahanya sendiri. Ini merupakan potensi lain yang juga karunia.

Cara berbagi dari potensi ini adalah dengan mengupayakan agar orang lain juga bisa ikut merasakan kekayaan yang dimiliki. Mungkin dengan cara-cara tertentu, seperti membantu memberikan bantuan untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pendidikan dan membuat usaha yang menyediakan lapangan kerja; atau juga dengan menyalurkan sebagian dana dalam bentuk dana paramita atau dana punia atau seperti sedekah, amal, dan sebagianya.

Intinya, kita berbagi kepada orang dengan kekayaan yang dimiliki; dengan kekayaan membuat orang lain juga merasa kaya. Inilah makna dari kekayaan yang Tuhan karuniakan melalui kehidupan saat ini. Manfaatkan ia seluas-luasnya bagi kerahayuan. Dan jangan sombong-takabur dengan kekayaan itu, dan jangan pula mencari kekayaan dengan cara-cara tidak terhormat.

Rahayu _/|\_ Tantrayana Gautama
20052013

Sunday, May 19, 2013

Succes vs Emptiness

Sisya: "Guru, Why is it that even those that have seen all success in life feel a certain emptiness?"

Guru: "Dear all- Every being is Divine, take it from God! All of you are really here on a holy mission, for a divine purpose. To consider yourself weak or sinful is itself a sin! You must earn your birthright, which is Peace (Shanthi). Restlessness (ashanthi) is an unnatural state.

To recover this heritage of peace, people try many methods – accumulation of riches, maintenance of good health, mastery of knowledge, cultivation of arts, etc.

All those are not fundamental. Three basic needs remain even after all these methods are exhausted - the need for Truth, Light and for Immortality. It is only when these are won that Peace will be permanently established.

Namaste _/|\_ Tantrayana Gautama

Wajah Cantik & Ganteng (Surupa)

Salam Kasih
Surupa, potensi dari tubuh fisik yang menarik, ganteng atau cantik seharusnya adalah yang memancarkan  ketampanan atau kecantikan rohani yang diimbangi dengan perilaku yang juga “cantik”.

Hal ini akan menarik perhatian orang lain yang akan menjadikannya sebagai panutan atau teladan.

Dengan demikian secara tidak langsung potensi tadi juga memberikan nilai tambah bagi orang lain. Orang lain juga akan merasa kebagian potensi tersebut. Dengan kata lain, orang yang ganteng atau cantik, dengan perilakunya harus menyebabkan orang lain juga merasa ganteng atau cantik. Inilah nilai spiritualitas dari surupa. Dan bukan justru merasa sombong dan angkuh dengan kecantikan dan kegantengan wajahnya semata, tanpa diimbangi oleh perilaku yang baik dan santun.

Rahayu _/|\_ Tantrayana Gautama
Catatan pinggir Jalan-19052014

Friday, May 17, 2013

Seorang Anak Nakal

Salam Kasih
Ini seperti jika seorang anak nakal sedang bercanda, mengganggu kita hingga kita harus meneriaki dan bahkan hingga bisa memukulnya. Sebagai orang yang menekuni kehidupan spiritual, kita harus memahami bahwa itu semata-mata hanyalah sifat dari anak tersebut.

Ketika kita memahami hal ini, kita akan membiarkan anak itu pergi dan bermain. Perasaan susah dan terganggu kita akan menghilang karena akan berniat menerima sifat anak tersebut.

Itulah seharusnya bagaimana perasaan-perasaan kita terhadap kondisi yang berubah.

Ketika kita menerima sifat alami dari segala sesuatu, kita dapat membiarkan mereka pergi, meninggalkan mereka sendiri. Pikiran kita akan dapat tenang dan damai. Hal ini berarti kita telah paham sepenuhnya. Kita memiliki pandangan yang benar. Itulah akhir dari masalah yang harus kita selesaikan.

Rahayu _/|\_ Tantrayana Gautama
17052013

Meditasi & Makanan Kesukaan

Salam Kasih
Objek meditasi untuk mencapai ketenangan, jika tidak sesuai dengan karaktermu, tidak akan menghasilkan timbulnya kebebasan akan nafsu atau menghilangkan kecemasan.

Objek yang sesuai dengan sifatmu adalah hal yang kamu rasa paling sering kamu pikirkan. Seringkali kita tidak menyadarinya, tetapi kita harus menyadari hal ini agar kita bisa mengambil manfaat darinya.

Hal ini sama seperti berbagai macam makanan
100 yang disusun di atas sebuah meja. Kamu mencicipi makanan dari setiap mangkok, setiap jenis makanan, dan kamu akan menemukan bagi dirimu sendiri makanan mana yang paling kamu suka, mana yang tidak kamu suka. Kamu akan mengatakan bahwa makanan yang kamu suka lebih enak dibandingkan yang lainnya.

Ini yang saya katakan mengenai makanan. Kamu dapat membandingkannya dengan meditasimu. Objek manapun yang sesuai dengan karaktermu akan membuatmu merasa nyaman.

Namun demikian, meditasi selalu berurusan dengan pikiran, napas, badan & jiwa.

Rahayu _/|\_Goesde Tantrayana Gautama-16052013

GUNTING

Salam Kasih
Siang ini ketika saya duduk di bawah pohon cempaka, di halaman rumah bunda Ida, sambil memperhatikan Mas Budi membersihkan dan merapihkan tanaman di taman menggunakan gunting pohonnya yang mulai tumpul....seutas inspirasi hadir menyeruak bersama angin sepoi.

Gunting pohon yang dipakai untuk memotong ranting atau cabang tanaman atau kayu, ketika semua kayu selesai dipotong dan segala sesuatu selesai dikerjakan, mas Budi meletakkan gunting tersebut di tas kerjanya. Ia tidak perlu untuk menggunakannya lagi.

Gunting itu adalah ibarat kebenaran. Kita harus menggunakan kebenaran untuk berlatih jalan-jalan yang membawa kita pada pencerahan. Kebenaran ini yang kita pakai untuk memangkas segala ranting dan cabang egoisme, fanatisme sempit, dan bentuk-bentuk kemunagikan serta kegelapan batin lainnya. Ketika pekerjaan itu telah selesai, kita meletakkan kebenaran itu di sana, di tempatnya semula. Seperti sebuah gunting digunakan untuk memotong kayu: Mereka memotong potongan ini, memotong potongan itu. Ketika mereka semua selesai memotong, mereka meletakkan gunting itu di sana. Ketika saat itu terjadi, gunting haruslah menjadi gunting; kayu haruslah menjadi kayu. Inilah yang dinamakan mencapai titik penghentian, titik yang sangatlah penting. Itu adalah akhir dari pemotongan kayu. Kita tidak perlu memotong kayu, karena kita telah cukup memotong. Kita ambil gunting itu dan meletakkannya di sana.

Rahayu _/|\_ Tantrayana Gautama
Catatan pinggir Jalan-15052013