Senin, 19 Desember 2011

Pokok-Pokok Ajaran Darsana: Nyaya

Salam Kasih
Om Swastyastu

Pendiri dan sumber ajarannya

Pendiri ajaran ini adalah Maharsi Gautama ( Gotama) yang menulis Nyayasutra, terdiri dari dari 5 Adhyaya (bab)dan dibagi kedalam 5 'pada' (bagian). Pada tahun ( 400 Masehi kitab Nyayasutra ini di komentari` oleh Watsyayana. Lama kemudian muncul kitan Nyaya bernama Tarka samgraha oleh Annam Bhatta dan kitab Siddhanta Muktawadi oleh Wiswanatha Pancanana. Sistem Nyaya membicarakan bagian umum filsafat dan metoda untuk mengadakan penelitian yang kritis. Tiap ilmu sebenarnya suatu Nyaya.Kata Nyaya artinya : sesuatu penelitian yang analitis dan kritis.

Sistem ini barangkali timbul karena adanya pembicaraan dan perdebatan diantara para akhli pikir didalam mereka berusah menacari arti yang benar dari sloka-sloka Veda. Demikianlah timbul patokan-patokan bagaiman mengadakan penelitian yang benar. Sistem filsafat Nyaya sering juga disebut Tarkawada atau ilmu berdebat.

Sifat ajarannya

Ajaran filsafat Nyaya disebut bersifat realistik, karena mengakui benda-benda sebagai suatu kenyataan. Ajaran yang realistik ini mendasarkan pada ilmu logika, sistematis, kronologis dan analitis.

Catur pramana

Filsafat ini dalam memecahkan ilmu pengetahuan mempergunakan 4 metoda pemecahan (Catur Pramana) sebagai berikut :

1).Pratyaksa, yaitu pengamatan langsung melalui Panca Indra. Suatu obyek diamati melalui 2 jenis Pratyaksa yaitu :

(a) Bahya, pengetahuan yang diperoleh dari suatu obyek melalui Panca Indra,seperti mata,telingan dan lain sebagainya.

(b) Antara, pengetahuan yang memperoleh melalui pikiran atau Manas.

2).Anumana. Pengtahuan yang diperoleh dari suatu obyek dengan menarik pengertian dari tanda-tanda yang diperoleh (linga) yang merupakan suatu kesimpulan dari obyek yang ditetukan, disenbut juga Sadya, hubungan kedua hal tersebut diatas disebut dengan nama Wyapi. Dalam menarik suatu kesimpulan, dipergunakan tiga rumusan yaitu :

(a). Paksa : kesimpulan yang ditarik dengan sangat cepat dalam suatu obyek sehingga memperoleh suatu pengertian yang cepat dan tepat.

(b). Sadya : kesimpulan yang diperoleh melalui masa panjang terhadap suatu obyek.

(c). Linga atau Sadhana : kesimpulan yang diperoleh antara Paksa dengan Sadhya.

Suatu contoh yang dapat dipakai dalam Anumana adalah : Seperti gunung berapi, hal itu dapat diketahui dari asap yang keluar dari puncak gunung, dari asap itu ditarik kesimpulan pasti gunung tersebut gunung berapi.

3). Upamana : Ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui perbandingan, misalnya harimau dibandingkan dengan kucing ( harimau lebih besar, kucing bentuknya lebih kecil )

4). Sabda : Pengetahuan yang diperoleh dengan mendengarkan melalui penjelasan dari sumber yang patut dipercaya.

Pokok-pokok ajaran Nyaya

Obyek pengetahuan filsafat Nyaya adalah mengenai :

(1). Atman

(2). Tentang tubuh atau badan

(3). Panca Indra dengan Obyeknya

(4). Budhi (pengamatan)

(5). Manas ( Pikiran)

(6). Prawrti (pikiran)

(7). Dosa ( perbuatan yang tidak baik)

(8). Pratyabhawa (tentang kelahiran kembali)

(9). Phala ( buah perbuatan)

(10). Dukha (penderitaan)

(11). Apawarga (bebas dari penderitaan)

Dari manas timbullah Mithya Jnana, yaitu kebodohan terhadap kebenaran , Raga, Dwesa dan Moha yang memaksa badan berkerja dengan konsekwensinya. Aparaga berarti terlepas sama sekali dari kesengsaraan yang ditimbulkan oleh Tatwa Jnana. Banyak orang berpendapat bahwa Apawarga adalah ciri kebahagiaan sejati. Tetapi pendapat sebenarnya salah karena tidak akan ada kesenangan tanpa kesusahan , seperti juga tidak ada sinar tanpa bayang-bayang. Apawarga hanyalah pembebasan darisakit /penderitaan dan bukan kebahagiaan sama sekali.

Tentang adanya Tuhan, golongan Naiyayikas mengemukakan dengan beberapa bukti. Tuhan adalah maha pencipta, pemelihara dan pemralina alam semesta( Brahma, Wisnu, Siva).

Om Santih Santih Santih Om

serve with love by: GoesdeTantrayana G

Tidak ada komentar: